Selasa, 17 September 2013

Adanya dia adalah cara Tuhan meniadakan kita

Jam tangan yang selalu ada di tangan kiri sampai kulit dalamnya berbeda dari kulit luar tetap bertahan pada saat kepergianmu tiba, bahkan seonggok alumunium kecil masih saja tidak mau pergi dari tempatnya, di jari manis sebelah kiri tanganku. Iya itu pemberianmu, hadiah darimu waktu awal-awal dulu kita menjadi sepasang pemberani yang selalu tidak jelas tujuan tempat nongkrong kita..... hehehe indahnya pada saat-saat itu, 5 tahun yang sangat-sangat lama dan unik. Hari ini semuanya telah berbeda, semuanya telah berubah kau melanjutkan kegiatanmu yang super sibuk tentu dengan seorang pemberani yang baru, dan saya melanjutkan kegiatan yang tidak padat, tidak sibuk tentu dengan sisa-sisa senyumanmu, senyum terindah, 2 kalimat yang tidak pernah lupa saya bawa kemanapun perginya, ke puncak tertinggi Pulau Jawa pun tidak pernah lupa akan 2 kata tersebut. Semua baru terasa seperti seminggu yang lalu. Entah ini memang benar kebodohan yang saya lakukan atau ketulusan yang teramat dalam, perbedaan kedua sifat tersebut hanya dipisahkan oleh dinding tipis yang bernama cinta. Tertawalah jika kalian anggap ini lelucon, bergosip rialah jika kalian anggap ini obsesi, saya menuliskan sedikit kisah kita agar kelak kau tahu dan mengerti bahwa layang-layang yang saya terbangkan jauh lebih tinggi dan mengudara ketimbang dia, sebelum angin yang hanya sepoi-sepoi menghempaskan jauh layang-layang tersebut kebalik gunung tertinggi yang pernah saya tuliskan namamu di sana, mungkin benar semua yang telah terjadi adalah suratan dari ilahi, dengan adanya dia itu petunjuk dari yang Maha Perencana jika waktu saya sudah habis untuk menjaga kamu, menopang kamu, menyediakan bahu buat kamu, dan siap setiap saat untuk menyeka air matamu tentu dengan tangan ini. Air matamu terlalu berharga untuk sehelai bahkan sebungkus tisu, air matamu hanya pantas untuk tangan laki-laki yang sudah kau tentukan sekarang atau yang akan datang, sembari saya berharap tangan terakhir itu adalah tangan saya.  Hanya benteng dengan kekuatan batinlah saya akan berusaha mengikhlaskanmu. Silahkan tertawalah dan hinalah saya jika kalian anggap ini humor.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar